Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara deskriptif mengenai (1) karakteristik arsitektur Masjid
Tua Bungku (2) fungsi yang terdapat pada Masjid Tua Bungku (3) faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik
aksitektur Masjid Tua Bungku. Penelitian ini menggunakan teori arkeologi (teori sejarah budaya) dengan
pendekatan arsitektur. Metode penetian ini adalah penelitian kualitatif dengan penalaran deskriptif-analitis dan
interpretatif dengan menerapkan tiga bentuk analisis yaitu analisis morfologi, teknologi dan stilistik. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Tua Bungku secara kesulurahan karakteristik arsitektur atapnya
berbentuk pelana dengan rangka atap limasan bersusun lima semakin atas semakin kecil memiliki filosofi rukun
islam dan shalat lima waktu, diatas kubah terdapat tiang alif didalam masjid terdapat empat tiang utama,
berdenah empat persegi panjang, memiliki satu pintu,
Tua Bungku (2) fungsi yang terdapat pada Masjid Tua Bungku (3) faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik
aksitektur Masjid Tua Bungku. Penelitian ini menggunakan teori arkeologi (teori sejarah budaya) dengan
pendekatan arsitektur. Metode penetian ini adalah penelitian kualitatif dengan penalaran deskriptif-analitis dan
interpretatif dengan menerapkan tiga bentuk analisis yaitu analisis morfologi, teknologi dan stilistik. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Tua Bungku secara kesulurahan karakteristik arsitektur atapnya
berbentuk pelana dengan rangka atap limasan bersusun lima semakin atas semakin kecil memiliki filosofi rukun
islam dan shalat lima waktu, diatas kubah terdapat tiang alif didalam masjid terdapat empat tiang utama,
berdenah empat persegi panjang, memiliki satu pintu,
Isi Karya
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara deskriptif mengenai (1) karakteristik arsitektur Masjid
Tua Bungku (2) fungsi yang terdapat pada Masjid Tua Bungku (3) faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik
aksitektur Masjid Tua Bungku. Penelitian ini menggunakan teori arkeologi (teori sejarah budaya) dengan
pendekatan arsitektur. Metode penetian ini adalah penelitian kualitatif dengan penalaran deskriptif-analitis dan
interpretatif dengan menerapkan tiga bentuk analisis yaitu analisis morfologi, teknologi dan stilistik. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Tua Bungku secara kesulurahan karakteristik arsitektur atapnya
berbentuk pelana dengan rangka atap limasan bersusun lima semakin atas semakin kecil memiliki filosofi rukun
islam dan shalat lima waktu, diatas kubah terdapat tiang alif didalam masjid terdapat empat tiang utama,
berdenah empat persegi panjang, memiliki satu pintu, memiliki mihrab dan mimbar, ruang utama hanya
digunakan untuk pria serta memiliki serambi, fungsi masjid sebagai masjid jami dan tempat berhalwat/berdzikir.
kubah pada Masjid Tua Bungku dipengaruhi oleh islam yang dibawah oleh Ternate, tingkatan pada atap dan
ragam hias bunga teratai pada mimbar Masjid Tua Bungku dipengaruhi oleh Masjid kesultanan Ternate.
Kata Kunci: Masjid Tua Bungku, Arkeologi Islam, dan Arsitektur.
Tua Bungku (2) fungsi yang terdapat pada Masjid Tua Bungku (3) faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik
aksitektur Masjid Tua Bungku. Penelitian ini menggunakan teori arkeologi (teori sejarah budaya) dengan
pendekatan arsitektur. Metode penetian ini adalah penelitian kualitatif dengan penalaran deskriptif-analitis dan
interpretatif dengan menerapkan tiga bentuk analisis yaitu analisis morfologi, teknologi dan stilistik. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Tua Bungku secara kesulurahan karakteristik arsitektur atapnya
berbentuk pelana dengan rangka atap limasan bersusun lima semakin atas semakin kecil memiliki filosofi rukun
islam dan shalat lima waktu, diatas kubah terdapat tiang alif didalam masjid terdapat empat tiang utama,
berdenah empat persegi panjang, memiliki satu pintu, memiliki mihrab dan mimbar, ruang utama hanya
digunakan untuk pria serta memiliki serambi, fungsi masjid sebagai masjid jami dan tempat berhalwat/berdzikir.
kubah pada Masjid Tua Bungku dipengaruhi oleh islam yang dibawah oleh Ternate, tingkatan pada atap dan
ragam hias bunga teratai pada mimbar Masjid Tua Bungku dipengaruhi oleh Masjid kesultanan Ternate.
Kata Kunci: Masjid Tua Bungku, Arkeologi Islam, dan Arsitektur.